KEPALA DINAS SOSIAL PROVINSI SULSEL

Dr. H. Ilham A. Gazaling, M.Si

Profil

Panti Sosial

Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW) Mattiro Deceng

Post

SEJARAH LAHIRNYA MATTIRO DECENG

Upaya pemberian pelayanan dan rehabilitasi sosial kepada penyandang masalah sosial tuna susila di Prov. SulSel diawali melalui proyek penyantunan dan pembinaan tuna susila pada tahun 1979/1980 oleh Kantor Wilayah Departemen Sosial Prov. SulSel dengan sistem panti yang berlokasi pada Wisma Kare di Ujung Pandang.

Keberhasilan dari sistem tersebut diatas, pada tahun 1980/1981 melalui Proyek Penyantunan Tuna Susila, maka dibangun Panti dengan nama Sasana Penyantunan Tuna Susila “SPTS” Mattiro Deceng” yang peresmiannya pada tanggal 25 Agustus 1983 Oleh Mensos RI. (Ny. Nani Soedarsono.SH) sejak berdirinya panti ini telah beberapa kali mengalami pergantian nama, Pada tanggal 24 April 1994 kembali berganti nama “Panti Sosial Karya wanita” (PSKW) Mattiro Deceng. Saat ini bernama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW) Mattiro Deceng Dinas Sosial Prov. SulSel.

Penamaan Mattiro Deceng

”Mattiro Deceng” dari kata Mattiro berasal dari dasar kata Tiro yang berarati lihat, pandang, diberi imbuhan awalan Ma, berubah menjadi kata kerja yang berarti Melihat, Memandang atau menuju, dan kata Deceng artinya baik, bagus atau terpuji.

Sesuai SK MenSos RI. No.22/HUK/1994 /tanggal 24 April 1994 Sebagai salah satu UPT Kanwil Sosial Prov. SulSel “Panti Sosial Karya Wanita” (PSKW) Mattiro Deceng Makassar selanjutnya berganti nama menjadi “Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita” (PPSKW) Mattiro Deceng Makassar sampai sekarang yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Dinas Sosial Prov. SulSel (Keputusan Gubernur Prov. Sul-Sel No. 168/2001).

Luas fisik tanah PPSKW Mattiro Deceng 10.209 M2

 

VISI DAN MISI

Visi : Menjadikan Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW) Mattiro Deceng yang terbaik dalam Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan pada tahun 2014

Misi

  • Memberikan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial secara professional dan bermutu.
  • Meningkatkan Harkat dan Martabat serta kualitas hidup Eks Tuna Susila.
  • Mencegah dan mengendalikan serta mengatasi permasalahan Eks Tuna Susila.
  • Memberikan kemampuan teknis sebagai bekal kemandirian bagi Eks Tuna Susila.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Tugas Pokok : Memberikan Pelayanan dan Rehabilitasi sosial yang meliputi pembinaan fisik, mental, sosial, mengubah sikap dan tingka laku, memberikan pelatihan keterampilan dan resosialisasi serta pembinaan lanjut bagi para Eks wanita tuna susila agar mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Fungsi

  • Memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial
  • Melaksanakan motivasi sosial bersama masyarakat
  • Menyampaikan informasi dan konsultasi kepada yang berkepentingan
  • Melaksanakan pemulihan / penyantunan
  • Melaksanakan identifikasi, seleksi dan assesment
  • Melaksanakan evaluasi dan monitoring serta
  • Bimbingan lanjut

 

PENGERTIAN PUSAT PELAYANAN SOSIAL KARYA WANITA (PPSKW)

Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW) adalah pusat rehabilitasi sosial wanita tuna susila yang mempunyai tugas memberikan pelayanan rehabilitasi sosial yang meliputi pembinaan fisik, mental, sosial mengubah sikap dan tingkah laku, pelatihan keterampilan dan resosialisasi serta pembinaan lanjut bagi para wanita tuna susila agar mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

 

RUANG LINGKUP

Wilayah Kerja : PPSKW Mattiro Deceng meliputi Kabupaten/Kota se-Prov. Sulawesi Selatan, dengan status sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Propinsi Sulawesi Selatan.

Kapasitas Tampung : Kapasitas Tampung Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW) Mattiro Deceng yang dapat dibina sebanyak 100 orang pertahun.

 

SASARAN DAN KRITERIA

Sasaran Pelayanan

  • Wanita Tuna Susila/Mantan
  • Wanita Tuna Susila Terinfeksi HIV/AIDS (ODHA)
  • Mucikari/Germo
  • Waria Tuna Susila
  • Remaja Rawan Tindak Tuna Susila
  • Wanita Traficking
  • Wanita Korban Tindak Kekerasan (KTK)

Kriteria Pelayanan

  • Sehat rohani dalam arti kata tidak pengidap penyakit saraf gila.
  • Wanita tuna/mantan, yang tidak bersangkutan dengan aparat penegak hukum.
  • Wanita tuna susila yang masih memungkinkan untuk direhabilitasi.
  • Bersedia mengikuti program selama di rehabilitasi.
  • Diutamakan wanita tuna susila yang berprofesi dijalan dan di tempat-tempat tindak tuna susila lainnya yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

 

FASILITAS PELAYANAN

Selama berada di dalam PPSKW Mattiro Deceng Makassar, klien akan mendapat fasilitas :

  • Transport datang dan pulang ke daerah asal.
  • Perawatan kebutuhan sandang dan kesehatan.
  • Akomodasi dan konsumsi.
  • Bahan dan alat keterampilan kerja.
  • Praktek belajar kerja (magang) di perusahaan.
  • Paket bantuan stimulant (paket kerja).

 

RENCANA KE DEPAN

  • Peningkatan SDM Pekerja Sosial Profesional dan kualitas pelayanan.
  • Membangun mitra dan koordinasi yang intens dengan berbagai stakeholder, semisal Kementerian Sosial RI, Dinas Kesehatan Kota Mks, Biro NAPZA & HIV AIDS Prov. SulSel, POLDA SulSelBar, LSM, Perguruan Tinggi bidang pendidikan (Kesos/Peksos, Hukum, Psikologi), dan berbagai instansi lainnya.
  • Pemberdayaan seluruh potensi dan fasilitas yang dimiliki pusat rehabilitasi sebagai upaya menanggulangi minimnya dana yang tersedia.

 

 

PROSES PELAYANAN

Tahap Pendekatan Awal : Merupakan serangkaian kegiatan mendapatkan pengakuan/dukungan/bantuan dan peran serta klien dan keluarganya dalam melaksanakan program.

Tahap Pendekatan Awal meliputi :

  • Orientasi dan Konsultasi serta Razia.
  • Identifikasi.
  • Motivasi, Pendidikan dan Identifikasi - Kelayakan.
  • Seleksi.

Penyantunan
Tahap Penerimaan merupakan serangkain kegiatan administrasi maupun teknis yang meliputi :

  • Registrasi.
  • Pengungkapan dan penelaan masalah/assesment.
  • Penempatan dalam program pelayanan rehabilitasi.

 

Bimbingan fisik

  • Bimbingan Mental.
  • Bimbingan Sosial/Kemasyarakatan.
  • Bimbingan Keterampilan Kerja.

Bimbingan fisik : Merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya mempersiapkan klien agar dapat berintegrasi/bersosialisasi penuh kedalam kehidupan masyarakat secara normatif.

Tahap Bimbingan Lanjut
Bimbingan Lanjut dilaksanakan dalam upaya lebih memantapkan bekas klien dalam kehidupan serta penghidupannya secara layak. Tahap bimbingan lanjut dilaksanakan melalui kegiatan :

  • Kunjungan Kerja/Home Visit.
  • Bimbingan Pemantapan Usaha Kerja.
  • Bimbingan Pengembangan Usaha.
  • Monitoring Berkala.

Tahap terminasi
Terminasi merupakan tahap pemutusan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi eks(bekas) Wanita Tuna Susila yang sudah kembali normal dan telah dapat menjalankan fungsi sosialnya secara wajar dalam masyarakat.

 

KUALITAS PELAYANAN

  • Dengan meningkatkan sarana prasarana dan fasilitas lainnya serta kemampuan profesional Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya Pekerja Sosial pada Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW) Mattiro Deceng, maka Outcome(hasil) pelayanan semakin dirasakan secara optimal terhadap klien.
  • Keikutsertaan Stakeholder (pengawas) didalam aktifitas Pusat Rehabilitasi, turut pula menentukan terwujudnya visi dan misi organisasi.

Struktur Oeganisasi




Model Pelayanan



Alur Proses Pelayanan dan Rehabilitasi pada PPSKW Mattiro Deceng

Bagikan Berita Ini

KOMENTAR