KEPALA DINAS SOSIAL PROVINSI SULSEL

Dr. H. Ilham A. Gazaling, M.Si

Profil

Panti Sosial

PUSAT PELAYANAN SOSIAL ASUHAN ANAK (PPSAA)SEROJA BONE

Post

LATAR BELAKANG

Anak adalah tunas bangsa, potensi dan generasi penerus cita-cita perjuanagan bangsa. Keberhasilan bangsa dimasa yang akan datang akan sangat tergantung pada situasi dan kondisi eksistensi anak dimasa sekarang. Oleh karena itu anak memilik posisi dan peran yang sangat strategis bagi kelangsungan bangsa dan Negara. Anak akan menjadi asset yang potensial bagi pembangunan apabila mereka diberi kesempatan untuk dibina dan dikembangkan seoptimal mungkin untuk tumbuh dan berkembang secara sehat baik fisik, mental sosial, berahlak mulia serta memperoleh perlindungan untuk menjamin kesejahteraannya. Anak yang dapat tumbuh dan berkembang secara wajar dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Sebaliknya jika mereka mengalami berbagai hambatan untuk tumbuhnya atau sering pula disebut dengan anak terlantar dapat menjadi beban bagi masyarakat dan membutuhkan biaya sosial yang tinggi.

Kenyataan menunjukkan masih banyak anak-anak disekitar kita yang tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga mengalami keterlantaran, hal tersebut dapat saja disebabkan oleh berbagai faktor seperti yatim, Piatu, yatim piatu, keluarga retak, kondisi ekonomi yang lemah sehingga anak mengalami hambatan untuk tumbuh dan berkembang secara wajar baik jasmani, rohani dan social.

Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34 mengamanatkan bahwa “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara dan Undan-Undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak“ hal tersebut berarti bahwa pemerintah dan masyarakat dituntut untuk bertanggung jawab atas kelangsungan hidup tumbuh kembang anak yang mengalami keterlantaran. Jumlah anak yang mengalami kondisi keterlantaran berdasarkan data yang ada pada Dinas Kesejahteraan Sosial dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan ada sebanyak 180.192 orang anak. Bertitik tolak dari data tersebut diatas keberadaan panti-panti milik masyarakat maupun milik pemerintah sangat-sangat dibutuhkan

SEJARAH BERDIRINYA

Pusat Pelayanan Sosial Asuhan Anak Seroja Bone pada mulanya bukan merupakan sebuah panti melainkan hanya sebagai tempat penampungan bagi keluarga yang mengungsi dari daerah yang mengalami rawan kelaparan akibat kekacauan yang terjadi di desanya dan masuk kekota kemudian ditampung di barak penampungan bersama-sama dengan keluarga penyandang penyakit kusta pada tahun 1952-1957. setelah situasi keamanan mulai normal, para pengungsi sebagian kembali kedaerahnya dan sebagian masih memilih tinggal dibarak penampungan. Dibarak penampungan ini banyak anak-anak yang ditinggal mati oleh orang tuanya. Pada waktu itu pemerintah swatantra bagian sosial mempunyai gagasan untuk memisahkan penampungan antara anak-anak yatim dengan para penderita penyakit kusta. Nanti pada tahun 1967 anak – anak yatim yang semula ditampung bersama dengan para penderita kusta di pisahkan dan dipindahkan pada suatu tempat yang berlokasi alamat Jl. Sultan Hasanuddin dengan luas bangunan 120m² dengan luas tanah 640m² dengan kapasitas tampung 30 orang. Yang kemudian diberi nama Panti Asuhan Seroja. Pada tahun 1999 panti ini dikembangkan dengan struktur bangunan yang berlantai 3 dengan luas bangunan 1.152m² dengan jumlah kapasitas tampung 80 orang anak.

Sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Otonomi Daerah dan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 5 tahun 2001 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesejahteraan Sosial dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan maka Kanwil Departemen Sosial berubah Nomenklatur dan berada dibawah Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan dengan nomenklatur Dinas Kesejahteraan Sosial dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan dan Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 168 tahun 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Tehnis Dinas dan membawahi 6 (enam ) UPTD salah satunya adalah UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Seroja Bone. Selanjutnya sejalan dengan perkembangan dan beban pekerjaan yang diemban oleh masing-masing UPTD oleh Bapak Gubernur Sulawesi Selatan mengeluarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 35 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD ) Pusat Pelayanan Sosial Asuhan Anak ( PPSAA ) Seroja Bone pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

VISI, MISI DAN TUJUAN

Visi : Mewujudkan kemandirian penyandang masalah anak terlantar menjadi lebih baik di sulawesi selatan.

Misi

  • Mengoptimalkan Pelayanan, Pembinaan, Pengembangan dan meningkatan potensi anak.
  • Mengembangkan pendidikan , keterampilan dan prakarsa anak.
  • Mencegah dan melindungi anak dari keterlantaran.

 

Tujuan

  • Terwujudnya atau terpenuhinya hak atas kebutuhan anak yaitu meliputi kelangsungan hidup, tumbuh kembang mendapatkan perlindungan dan partisipasi social.
  • Terwujudnya Kwalitas pelayanan atas dasar standart professional.

 

TUGAS POKOK DAN SUSUNAN ORGANISASI

Tugas Pokok : UPTD Pusat Pelayanan Sosial Asuhan Anak mempunyai tugas Pokok menyelenggarakan kegiatan pelayanan Kesejahteraan Anak Terlantar sebanyak 80 orang Anak Usia 6 – 18 Tahun yang meliputi Asuhan dan Perlindungan, Perawatan, Sosialisasi, Pendidikan dan Pengembanagan Kepribadian. Di Pimpin oleh Kepala UPTD yang berada dibawah dan Tanggung Jawab Kepala Dinas.

Susunan Organisasi

  • Kepala
  • Sub Bagian Tata Usaha
  • Jabatan Fungsional

 

FAKTOR PENDUKUNG

Untuk mewujudkan tercapainya Visi, Misi dan Tujuan tersebut diatas.UPTD Pusat Pelayanan Sosial Asuhan Anak Seroja Bone didukung oleh :

  1. Organisasi
    Sesuai Peraturan Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Pelayanan Sosial Asuhan Anak Seroja Bone pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.
    Adapun susunan personalia Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pusat Pelayanan Sosial Asuhan Anak Seroja Bone adalah sebagai berikut :
    1.   Kepala Panti   : 1 Orang
    2. Kepala Sub. Bagian Tata Usaha   : 1 Orang
    3.   Kelompok Pekerja Sosial   : 6 Orang (PNS)
    4.   Staf   : 10 Orang (PNS)
    5.   Operator Komputer   : 1 Orang (Non PNS)
    6.   Jasa Kebersihan   : 1 Orang (Non PNS)

  2. Sarana dan Prasarana (Fasilitas)
    1. Tanah dan Bangunan
      Pusat Pelayanan Sosial Asuhan Anak (PPSAA) Seroja Bone berdiri diatas tanah seluas 640 m² dengan status tanah hak milik Pemerintah Tingkat I, dengan konstruksi bangunan berlantai 3 dengan luas bangunan keseluruhan seluas 1.152 m² terdiri dari :
      • 1 Ruangan Kepala Panti
      • 1 ruangan PEKSOS
      • 1 ruangan computer
      • 1 ruangan keterampilan/perpustakaan
      • 1 ruangan aula
      • 2 ruangan gudang
      • 1 ruangan shalat
      • 11 ruang kamar tidur anak asuh
      • 1 ruang belajar
      • 1 ruang dapur/makan
      • 2 ruangan kamar tidur tukang masak/pengasuh
      • 12 kamar mandi/wc (sebahagian tidak berfungsi)

    2. Kendaraan
      • Kendaraan roda empat  :  Tidak ada
      • Kendaraan roda dua       :  Tidak ada

    3. Fasilitas Lain
      • 40 buah tempat tidur susun untuk anak
      • 20 buah lemari pakaian 2 pintu (Sebagian Besar Kondisi rusak berat)
      • 10 buah kursi lipat chitose
      • 1 stel kursi tamu
      • 2 buah tv 21 inchi (2 buah Rusak Berat)
      • 20 buah meja belajar
      • 1 buah computer
      • 5 buah mesin jahit (3 buah Rusak Berat)
      • 2 buah meja 1 biro
      • 5 buah ½ biro
      • 7 buah kursi putar (5 Buah Rusak Parah)
      • 1 buah lemari besi
      • 4 buah filling cabinet
      • 1 buah lemari ikan
      • 2 buah kompor gas (1 buah Rusak berat)
      • 4 buah meja makan
      • 1 buah Freeser
      • Telepon, air PDAM, dan listrik

    4. Fasilitas Pelayanan
      Selama anak berada dalam Panti Sosial Asuhan Anak Seroja Bone mereka memperoleh pelayanan berupa :
      • Akomodasi dan konsumsi.
      • Biaya Pendidikan
      • Pakaian Sekolah
      • Peralatan tulis
      • Kursus Menjahit dan Bahasa Inggris.
      • Pelayanan Kesehatan
      • Latihan Dasar Kepemimpinan melalui Diskusi/Ceramah/Pidato.
      • Olahraga Pagi






Bagikan Berita Ini

KOMENTAR